This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kontemplasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontemplasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2015

26 November 2011

26 November 2011

Ketika kau mengerti atau sedang merasakan cinta, kau akan tahu kalau kesetiaan teramat sangat berharga. Sebuah penantian yang mungkin terasa menyedihkan, tapi kau akan yakin penantian itu akan berbuah manis di ujung jalan sana. Di penghujung senja kau akan menjemput malam dengan jutaan bintang harapan. 

Lakukanlah apa yang bisa kau lakukan, sekalipun itu adalah hal yang sederhana tapi lakukanlah dengan cara yang tidak sederhana, itu akan membuatnya menjadi istimewa. Sambutlah fajarmu dengan senyuman dan rangkaian doa juga harapan. Untuk waktu nanti, akan ada sesuatu yang kita tak tahu. Tapi kita yakin, saat kita punya mimpi saat kita punya harapan, semua bisa dapatkan . berjuanglah untuk itu, lakukan sepenuh hati. Akan ada yang manis. Nanti.

Kau bisa menangis saat terluka, tak perlu malu untuk meneteskannya. Kau akan lega, setidaknya. Lalu hapus air matamu dan lanjutkan merangkai harapan. Banyak pilihan, pilihlah dengan bijak dan dengarkan kata hati. Dia yang paling dekat dengan Tuhan.

Jumat, 28 Januari 2011

Judas dan Tyas

Ia pun bersenandung

Aha,,, selalu saja burung akan mengenal sesama burung!!!

Tapi nuri burung yang memiliki sayap, sedang aku, si judas ini, merelakan patahnya sayap untuk memahami arti kebebasan.

Aaaarrrgggghhh....

Kenapa?

Aku gembira dalam penjara!

Maksudnya?

Bahwa aku sedang berselimut, tapi bukan karena dinging, melainkan takut...

Tapi aku mendengar cahaya bersuara dalam gelap gua

Kau selalu mampu lahirkan kata, meski dalam keadaan tak terduga.

Sekalipun itu penjara, kau masih masih bisa merasa bebas sebebas yang kau rasa.

Nah,aku pun bertanya kepada ahmad, yang mengajariku, "mengapa kau tak diajarkan menyelami kata, sedangkan Isqak telah berjalan di larut malam?"

Mengapa tak kau tanya pada dirimu sendiri, karena mereka diri yang berbeda.

Karena dalam diriku aku pun ahmad. maka sebenarnya aku telah bertanya kepada diriku sendiri. Dan aku merasakan rasa takutnya, dalam gua, melihat wujud cahaya berpendar gemilang.

Gua itu hanya menjadi tempat indah utk seluruh ketakutanmu. Sedang di luar sana masih banyak tempat yang belum pijak. Dan akan lebih banyak kau hasilkan langkah menuju yang kau mau. Sampai kapan setia dengan gelapnya gua, cahaya pendar itu lahir dari nurani hati yang ingin bebas. Bebas berpendar, bebas gemilang, bebas mencari tempat bias.

Dalam gelap gua itulah ahmad mengetahui arti dari terang, sehingga ia pun bersedia membawa obor yang benderang.

Seperti halnya, bahwa kita mesti pernah merasa sakit hati, kecewa, dan sedih untuk dapat mendapatkan kembali kegembiraan kita. Begitu pula kita mesti merasakan perpisahan untuk dapat mengerti makna pertemuan.

tapi, aku pun akan sendiri, dan atau kembali menanti sendri itu.


Setitik kisah di beranda

Gua pun memiliki kedalaman!!!

Seperti lubang atau sela dalam diri kita yang minta disatukan kembali, seperti puzle, kepada kebulatan dan kesatuan....

Aha....Homes,,,kau pun hanya akan menjadi seekor binatang yang tersesat.

Pada akhirnya,sayang,setiap hal adalah sama.

yang berbeda hanya alur menuju pada akhir.

Proses

Hmmm. . . .

Aku masih ragu,,, karena aku bingung terhadap awal dan akhir.

Benarkah ketika aku berani mengawali ,maka seberani itu pula aku mengakhiri.

Tapi setidaknya, jika aku tak kuasa mengakhiri, aku masih berharap bahwa aku akan kuat memulainya dari awal.

NIHILISME, sayang!!!

Tak akn pernah ada akhir sebelum ada awal. Bak rona warna yang lahir dari satu bintang berbias maupun berpendar. Banyak pelangi di berbagai tempat tapi hanya Aurora yang istimewa. Lalu di mna kan kau temukan awal untukmu tanpa setitik NIHILISME?

Begitulah,,, apakah semua berawal dari ada atau bahkan tiada,aku masih ragu untuk menjawab.

Meski aku bukan seorang filsuf,, aku telah terbiasa ragu,sayang... maka saat ini pun aku hanya memiliki hipotesis.

Bahwa manusia tak akan pernah mendapat jawaban akhir selama ia masih hidup dalam keterbatasan dunia....

Nihilisme,,, akan mengatakan, "tak ada lagi yang perlu dipercaya.bukan hanya sesuatu di luar keberdaan diri, kepada diri sendiri pun pantang untuk gampang percaya."

Tidakkah terlalu tinggi?

Ah,,, kau burung, sayang... Maka terbanglah,, selagi kau belum memutuskan untuk memotongnya!!!

Burung ini sedang belajar terbang. Terbang kembali setelah jatuh suatu waktu. Sekian helai bulu pada sayapnya terluka, ia butuh waktu sejenak rehat. Semoga tidak terlelap dalam penat.

Teruslah menjadi burung, agar kau selalu tahu bahwa kehidupan selalu dihujani dengan cahaya.

Aku sendiri juga cahaya. Maka ku kan terbang, untuk menebar benih cahaya di tengah dunia yang sanggup ku jamah. Meski lelah, akan terus meranggah, mengepak sayap-sayap rapuhku. Sampai titik akhir.

Merayaplah dalam makna!!!

Tak peduli bahwa waktu mendekati ajalnya.

Jagalah duniamu,,, karena seorang manusia akan lebih berharga jika ia tahu bahwa ia memiliki dirinya....

Selamat tinggal (atau lebih tepatnya, sampai pada kemungkinan jumpa lain waktu), bahwa aku pun akan menyambangi kembali waktu pengasingan!!!


Aku dan Dunia

Dalam masa-Nya miliki kisah berbeda

Tyas dan Judas

Minggu, 02 Januari 2011

Mencari arti/Perbaiki nama?

Bagaimana sejarah namaku?

Begini ceritanya.
Ayahku memiliki seorang sahabat yang berprofesi sebagai dokter. Persahabatan mereka membuatku iri, ingin rasanya menjalin sahabat seperti mereka. Ribuan hari mereka lalui bersama. Suka dan duka. Saling berbagi dan tolong menolong.
Keluargaku banyak dibantu oleh sahabat ayahku ini. Aku anak ke 9 dari 9 bersaudara. Mungkin lebih tepatnya anak kesebelas dari 11 bersaudara (bontot). Dua kakakku meninggal, kakak yang pertama dan kakak ke- (sebentar dihitung dulu) oh kakak kedelapan.
Saat aku lahir, yang memberikan nama adalah sahabat ayahku.

NURTYAS WURI UTAMI

Itu namaku, hingga suatu hari sesuatu terjadi. Kelas 6 SD saat kami sedang sibuk-sibuknya mengurus berkas ini-itu untuk persiapan ijazah. Agar tak ada salah pengetikan nama, pihak sekolah meminta fotokopi akta kelahiran. Ternyata penulisan namaku di akta itu salah.

NURIYAS WURI UTAMI (huruf T berubah menjadi I) sampai saat ini aku belum menemukan arti dari NURIYAS. Ingin rasanya kuperbaiki ini semua, karena nama adalah sebuah do'a. Aku tak suka dengan mereka yang berkata apalah arti sebuah nama. kalau kita berpikir sebentar dan perhatikan orang tua yang sedang menanti kehadiran anaknya di bumi ini, sebenarnya mereka juga memikirkan hal lain yaitu "nama anak kita siapa ya?" Banyak orang yang baca buku ini dan itu, tanya orang-orang tentang arti nama, dan masih banyak lagi. Itu karena mereka ingin anaknya menjadi anak yang baik, dan harapan serta do'a mereka salah satunya ditunjukkan melalui pemberian nama.

Arti namaku :
NUR TYAS WURI UTAMI

Nama: Nur
Arti: Kesentausaan dan suka ilmu pengetahuan
Asal: Indonesia
Nama: Nur
Arti: Percikan, cahaya
Asal: Arab
Nama: Nur
Arti: Cahaya
Asal: Jawa
Nama: Nur
Arti: Cahaya
Asal: Indonesia

Nama: Tyas
Arti: Hati
Asal:Indonesia
Nama: Tyas
Arti: hati kalbu
Asal: Jawa

Nama: Wuri
Arti: yang dibelakang
Asal: Jawa

Nama: Utami
Arti: Sama
Asal: Jawa
Nama: Utami
Arti: Yang penting
Asal: Indonesia

Kalau menurut ayahku maksudnya adalah : Cahaya hati yang terakhir (anak terakhir) tapi yang utama/penting.
Terimakasih kepada keluargaku dan sahabat ayahku. Nama ini adalah kenangan yang aku punya dari beliau (Alm.)
http://www.melindahospital.com/modul/user/baby_name_tag_gender.php?id=Girl

Rabu, 15 September 2010

Doa untuk Kekasih...

untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa...

Allah yang Maha Pemurah...

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU...

Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.

Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...
ya Allah tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...

Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...

Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....

Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...

Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.

Amien.

Senin, 19 Juli 2010

Kepemimpinan

Pemimpin adalah sosok yang mampu atau bisa memimpin, mengayomi, membimbing apa yang dipimpinnya.

Dasar kepemimpinan adalah dari inti sanubari sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab.
Menerima amanat dari yang mereka dipimpin berarti : mencintai, memerhatikan kepentingan-kepentingan mereka, mengabdi, mendahulukan mereka yang dipimpin dari pada kepentingan sendiri atau kepentingan kantong sendiri. Faktor penting yang sulit ditemukan pada figur pemimpin-pemimpin sekarang ini.

Siapapun bisa menjadi pemimpin asal memenuhi syarat, karena menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah dan yang pasti memiliki tanggung jawab yang besar atas apa yang akan dilaksanakannya, saat pelaksanaannya dan setelah pelaksaannya. Kita pun sudah menjadi seorang pemimpin. Ya, memimpin diri sendiri. Saat tubuh merasa tidak sehat, tubuh meminta kebijakan kita untuk memberinya istirahat setelah kita menggunakan tubuh kita sampai tubuh itu merasa kurang atau tidak sehat.

Pemimpin kecil, pemimpin besar, pemimpin di daerah, pemimpin di ibukota, pemimpin partai, pemimpin organisasi, pemimpin pemuda dan pemudi, pemimpin pemerintahan, pemimpin negara. Dan preman pun mempunyai pemimpin. Apa jadinya jika suatu kelas/ organisasi/ forum/ perkumpulan /kantor /pemerintahan /negara tidak memiliki pemimpin? Sistem rencana dan pelaksanaannya pasti tidak akan berjalan dengan baik, karena tidak ada orang yang mampu untuk mengatur, membimbing, serta mengayomi.

Seperti apakah sosok pemimpin itu, apakah hanya manusia saja yang menjadi pemimpin? Lalu bagaimana dengan kalimat berikut :
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.
Kalimat ini menyatakan, bahwa bukan hanya manusia yang bisa memimpin manusia. Melainkan kebijaksanaan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri, untuk mengingatkan bahkan mengendalikan emosional dan keegoisan manusia yang kadang lupa hakikatnya sebagai masyarakat yang dipimpin atau seseorang yang memimpin.
Harus memimpin pelaksanaan dari pada dasar-dasar rencana pelaksaan. Karena yang dipimpin bukanlah perencanaan yang dibuatnya baik dibuat sendiri atau bersama-sama, tetapi pelaksanaan dari apa yang sudah direncanakan.

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan , yaitu saat kita akan memilih seorang pemimpin. Kita harus mengetahui bukan hanya pengetahuan serta pemahaman mengenai apa dan siapa saja yang akan dipimpin, tetapi juga kemampuan pelaksaannya dari si calon pemimpin itu agar kita tidak salah memilih pemimpin.