This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Happy batik


Dari kiri ke kanan:
Fare, Chae, Wuri, Nana, Ida, Rama

Jumat, 13 Mei 2011

Surat Cinta Ketiga (Waktu Malam)


Malam ini tak kan ada pejam. Bukan karena tumpukan lembaran-lembaran yang harus di selesaikan. Tapi karena alam di malam ini teristimewa dan tak ingin jika harus dilewatkan. Saat angin berbisik sedang ada yang merindu di sisi bumi yang lain. Mamandang dari balik kertas bergambar sesosok perempuan kecil yang temangu memandang langit. Saat langit sampaikan balasan rindu dengan jutaan taburan bintangnya, membentuk apa saja yang ingin dibuatnya. Kau hanya perlu imajinasi dan ayunan tangan ke langit.
Teropong besar berdiri kokoh di sebelah tubuh mungil yang sedang duduk itu, bersiap kapan saja memperhatikan setiap sisi langit yang mungkin saja akan ada bintang jatuh malam ini. Tidak ada permohonan tercipta seperti apa yang mereka katakan, yang ada hanya ingin melihatnya melesat cepat menuju suatu tempat yang entah berada di mana. Atau memandang romansa alam malam setelah hujan siang tadi.
Bintang-bintangnya jauh lebih terang. Langit malam yang gelap tampak bersih dari pekatnya kabut asap. Tampaklah satu bintang di ufuk sana. ia sangat terang, warnanya putih jika tak kau lihat dengan teropong itu. Tapi, saat kau lihat dengan teropong yang membuatmu seakan lebih dekatnya, kau akan lihat gradasi kabut warna di setiap sisinya. Kau cantik bintang. Yang terang di langit malam. Indah setia kau bagi, juga kau simpan saat langit sedang kelam.


_Kolong Langit_
Tsurayya Utami
8 Mei 2011

Surat Cinta keempat (Titipan Rindu)


Malam ini langit kembali merintik
menguntai air langit menjadi tirai sajak
atau rangkaian lirik

Aku berbisik di antara helai tetesnya
"Kutitip rinduku padamu ya
Sampaikanlah pada mereka yang mencinta
yang sedang menyusun potongan-potongan mimpi
atau yang sedang menanti kedatangan kekasih hati"

kau boleh berteduh jika takut basah
menari bersama dibawah tariannya juga tidak masalah
sebelum dingin mengulum hangat tubuhmu
sembari berdiri di tepi jalan
dengarlah dawai alam itu

yang sampaikan rindu
juga mencipta rayu mengingat waktu


13 Mei 2010
_Sunan Giri_
Tsurayya Utami

Senin, 18 April 2011

Surat cinta kedua

Tetaplah tersenyum manis, terus mengukir kata tak perlu hiraukan noda

Kita yang berkarya kita yang merasa

bagaimana dunia bicara dengarlah seperlunya saja

Jaga hati sulit ku tahu, jaga kertas kosong aku tak mampu

Mengertilah aku hidup di antara tumpukan kata

Terlepas kau mengerti atau ini hanyalah sajak sepi


Tetaplah tersenyum manis, terus melukis meski tidak di atas kanvas

tanpa cat dan juga kuas, secarik kertas ubahnya ku jadikan pengganti kanvas

Jemari menari goreskan kata tuntun pena penuhi kertas dengan aksara

Adakah kita bicara tanpa suara, hingga udara kau pinta antar pesan cinta


Lalu, di mana kan ku temukan pesanmu yang tak kunjung datang?

Mungkinkah udara berubah haluan? dan aku menunggu hingga terpejam

Atau semua tinggal kenangan, melesat keperaduan Alam

Sampai sepenggal sajak sepi penuhi kertas kosong ini

Hanya ini. Yang tersisa. Yang dipunya


Manis. Tetaplah tersenyum manis, Alam tak pernah lupa

pada mereka yang mencinta sengaja atau tak terduga

Dari luka juga bahagia lahir karya atas nama Cinta


_Kolong Langit_

Tsurayya Utami

Sabtu, 29 Januari 2011

Goresan ingatan 20 tahun yg lalu

Debu masih meracuni nafasku, tapi tak mampu hentikan langkahku untuk mengambil sesuatu di pojok sana. Sama seperti benda di sekitarnya, semua berselimut debu. Sorot matahari dari celah jendela menjadi penerang satu-satunya. Tak jarang kecoa berterbangan di mana-mana, atau tikus-tikus dengan tatapan tajam ke arahku. Maaf hai tikus, aku tahu ini tempatmu tapi di sini ada sesuatu yang harus aku ambil. Sebuah benda yang sangat penting dan berharga. Dari benda ini akan aku ketahui apa yang tak sengaja aku lupa. 20 tahun aku hidup dalam absurditas, aku butuh kejelasan tentang semuanya.

Tikus-tikus itu seakan menertawakan kebodohanku selama ini. Mereka cekikikan di persembunyian. Terserah kalian bertingkah apa aku tak peduli, akan segera kuambil apa yang perlu diambil dari sini, lalu segera kupergi meninggalkan tempat busuk dan semua kebusukan kalian. Grigoti saja semuanya, sama seperti mereka yang megerogoti negara ini. Ciih... kalian sama saja.

Kupercepat langkah. Jantung semakin menggebu, nafasku setengah hidup. Menahan antara debu yang berseliweran, bau busuk dari kotoran tikus-tikus sialan itu dan oksigen yang sangat sedikit di sini. Aku dapat, ya... ini akan sangat membantu. Ini kunci siapa aku. Selamat tinggal absdurditas, aku temukan apa yang sudah kau sembunyikan. Lihatlah, setelah ini tak ingin lagi aku diperdaya waktu.

####

Tinta cinta aku dan dia (sweet memory)
Kasih....
asmaramu adalah pelabuhanku...
janjimu adalah nadiku...
dan
cintamu adalah "hidupku"

1991
Izinkan ku ketuk pintu hatimu, dan menyibak tirai jendela hatimu. Agar luka itu sirna menjelma tawa, karena keinginan merajut hati bersamamu. 'Tuk membagi suka dan tawa berdua.
Aku punya hati..... Untuk dicintai dan mencintai. Hatiku, telah kutitipkan padamu. Untuk kau simpan dan kau sayang, bukan unutk dibuang atau dicampakkan.
Tuhanku...
Beri dia yang kucinta, hati yang tabah agar selalu tegak berdiri menantang kerasnya hidup. Tolong bimbing dia selagi lupa, karena jauh dan sepi.

1991
Dalam diam kulihat wajahmu
Walau sekilas namun cukup membuat hati ini berkata rindu
Aku tahu...
Semuanya tentang kamu
tak pernah lepas dari impian dan bayanganku
Senyummu yang ramah, tututr katamu yang lembut.
Bisikan cintamu yang menggetarkan hatiku
Semuanya aku rindu
Dialah kekasihku
yang selalu hadir di setiap mimpiku
yang selalu siap mendampingi langkahku
yang setia dengan cinta dan kebersamaan kita.

1991
True Blue...
That's me without you..
And
Loving you sounds like
a wonderful way
to spend all of my life

1991
I just look at you and I hypnitize like i'm drowning down.]
Drowning down in your eyes
You're handsome as I imagine
You're wise boy as I need and I want you more.
Morethan anything.

Berlanjut.......

Jumat, 28 Januari 2011

Judas dan Tyas

Ia pun bersenandung

Aha,,, selalu saja burung akan mengenal sesama burung!!!

Tapi nuri burung yang memiliki sayap, sedang aku, si judas ini, merelakan patahnya sayap untuk memahami arti kebebasan.

Aaaarrrgggghhh....

Kenapa?

Aku gembira dalam penjara!

Maksudnya?

Bahwa aku sedang berselimut, tapi bukan karena dinging, melainkan takut...

Tapi aku mendengar cahaya bersuara dalam gelap gua

Kau selalu mampu lahirkan kata, meski dalam keadaan tak terduga.

Sekalipun itu penjara, kau masih masih bisa merasa bebas sebebas yang kau rasa.

Nah,aku pun bertanya kepada ahmad, yang mengajariku, "mengapa kau tak diajarkan menyelami kata, sedangkan Isqak telah berjalan di larut malam?"

Mengapa tak kau tanya pada dirimu sendiri, karena mereka diri yang berbeda.

Karena dalam diriku aku pun ahmad. maka sebenarnya aku telah bertanya kepada diriku sendiri. Dan aku merasakan rasa takutnya, dalam gua, melihat wujud cahaya berpendar gemilang.

Gua itu hanya menjadi tempat indah utk seluruh ketakutanmu. Sedang di luar sana masih banyak tempat yang belum pijak. Dan akan lebih banyak kau hasilkan langkah menuju yang kau mau. Sampai kapan setia dengan gelapnya gua, cahaya pendar itu lahir dari nurani hati yang ingin bebas. Bebas berpendar, bebas gemilang, bebas mencari tempat bias.

Dalam gelap gua itulah ahmad mengetahui arti dari terang, sehingga ia pun bersedia membawa obor yang benderang.

Seperti halnya, bahwa kita mesti pernah merasa sakit hati, kecewa, dan sedih untuk dapat mendapatkan kembali kegembiraan kita. Begitu pula kita mesti merasakan perpisahan untuk dapat mengerti makna pertemuan.

tapi, aku pun akan sendiri, dan atau kembali menanti sendri itu.


Setitik kisah di beranda

Gua pun memiliki kedalaman!!!

Seperti lubang atau sela dalam diri kita yang minta disatukan kembali, seperti puzle, kepada kebulatan dan kesatuan....

Aha....Homes,,,kau pun hanya akan menjadi seekor binatang yang tersesat.

Pada akhirnya,sayang,setiap hal adalah sama.

yang berbeda hanya alur menuju pada akhir.

Proses

Hmmm. . . .

Aku masih ragu,,, karena aku bingung terhadap awal dan akhir.

Benarkah ketika aku berani mengawali ,maka seberani itu pula aku mengakhiri.

Tapi setidaknya, jika aku tak kuasa mengakhiri, aku masih berharap bahwa aku akan kuat memulainya dari awal.

NIHILISME, sayang!!!

Tak akn pernah ada akhir sebelum ada awal. Bak rona warna yang lahir dari satu bintang berbias maupun berpendar. Banyak pelangi di berbagai tempat tapi hanya Aurora yang istimewa. Lalu di mna kan kau temukan awal untukmu tanpa setitik NIHILISME?

Begitulah,,, apakah semua berawal dari ada atau bahkan tiada,aku masih ragu untuk menjawab.

Meski aku bukan seorang filsuf,, aku telah terbiasa ragu,sayang... maka saat ini pun aku hanya memiliki hipotesis.

Bahwa manusia tak akan pernah mendapat jawaban akhir selama ia masih hidup dalam keterbatasan dunia....

Nihilisme,,, akan mengatakan, "tak ada lagi yang perlu dipercaya.bukan hanya sesuatu di luar keberdaan diri, kepada diri sendiri pun pantang untuk gampang percaya."

Tidakkah terlalu tinggi?

Ah,,, kau burung, sayang... Maka terbanglah,, selagi kau belum memutuskan untuk memotongnya!!!

Burung ini sedang belajar terbang. Terbang kembali setelah jatuh suatu waktu. Sekian helai bulu pada sayapnya terluka, ia butuh waktu sejenak rehat. Semoga tidak terlelap dalam penat.

Teruslah menjadi burung, agar kau selalu tahu bahwa kehidupan selalu dihujani dengan cahaya.

Aku sendiri juga cahaya. Maka ku kan terbang, untuk menebar benih cahaya di tengah dunia yang sanggup ku jamah. Meski lelah, akan terus meranggah, mengepak sayap-sayap rapuhku. Sampai titik akhir.

Merayaplah dalam makna!!!

Tak peduli bahwa waktu mendekati ajalnya.

Jagalah duniamu,,, karena seorang manusia akan lebih berharga jika ia tahu bahwa ia memiliki dirinya....

Selamat tinggal (atau lebih tepatnya, sampai pada kemungkinan jumpa lain waktu), bahwa aku pun akan menyambangi kembali waktu pengasingan!!!


Aku dan Dunia

Dalam masa-Nya miliki kisah berbeda

Tyas dan Judas

Minggu, 02 Januari 2011

Mencari arti/Perbaiki nama?

Bagaimana sejarah namaku?

Begini ceritanya.
Ayahku memiliki seorang sahabat yang berprofesi sebagai dokter. Persahabatan mereka membuatku iri, ingin rasanya menjalin sahabat seperti mereka. Ribuan hari mereka lalui bersama. Suka dan duka. Saling berbagi dan tolong menolong.
Keluargaku banyak dibantu oleh sahabat ayahku ini. Aku anak ke 9 dari 9 bersaudara. Mungkin lebih tepatnya anak kesebelas dari 11 bersaudara (bontot). Dua kakakku meninggal, kakak yang pertama dan kakak ke- (sebentar dihitung dulu) oh kakak kedelapan.
Saat aku lahir, yang memberikan nama adalah sahabat ayahku.

NURTYAS WURI UTAMI

Itu namaku, hingga suatu hari sesuatu terjadi. Kelas 6 SD saat kami sedang sibuk-sibuknya mengurus berkas ini-itu untuk persiapan ijazah. Agar tak ada salah pengetikan nama, pihak sekolah meminta fotokopi akta kelahiran. Ternyata penulisan namaku di akta itu salah.

NURIYAS WURI UTAMI (huruf T berubah menjadi I) sampai saat ini aku belum menemukan arti dari NURIYAS. Ingin rasanya kuperbaiki ini semua, karena nama adalah sebuah do'a. Aku tak suka dengan mereka yang berkata apalah arti sebuah nama. kalau kita berpikir sebentar dan perhatikan orang tua yang sedang menanti kehadiran anaknya di bumi ini, sebenarnya mereka juga memikirkan hal lain yaitu "nama anak kita siapa ya?" Banyak orang yang baca buku ini dan itu, tanya orang-orang tentang arti nama, dan masih banyak lagi. Itu karena mereka ingin anaknya menjadi anak yang baik, dan harapan serta do'a mereka salah satunya ditunjukkan melalui pemberian nama.

Arti namaku :
NUR TYAS WURI UTAMI

Nama: Nur
Arti: Kesentausaan dan suka ilmu pengetahuan
Asal: Indonesia
Nama: Nur
Arti: Percikan, cahaya
Asal: Arab
Nama: Nur
Arti: Cahaya
Asal: Jawa
Nama: Nur
Arti: Cahaya
Asal: Indonesia

Nama: Tyas
Arti: Hati
Asal:Indonesia
Nama: Tyas
Arti: hati kalbu
Asal: Jawa

Nama: Wuri
Arti: yang dibelakang
Asal: Jawa

Nama: Utami
Arti: Sama
Asal: Jawa
Nama: Utami
Arti: Yang penting
Asal: Indonesia

Kalau menurut ayahku maksudnya adalah : Cahaya hati yang terakhir (anak terakhir) tapi yang utama/penting.
Terimakasih kepada keluargaku dan sahabat ayahku. Nama ini adalah kenangan yang aku punya dari beliau (Alm.)
http://www.melindahospital.com/modul/user/baby_name_tag_gender.php?id=Girl

Kamis, 02 September 2010

2 jam untuk 2 tahun

2 tahun yang lalu aku gusar akan waktu yang terasa lama
---Menunggu.
Hari ini, aku hampir lupa
kalau 2 tahun sudah terlewat,
tak terasa waktu berlalu cepat
4 koin kau berikan, berada ada di tempat yang aman
aku suka mereka, karena berbeda

2 jam untuk 2 tahun,
sesalku mengapa saat itu tak berani bertemu
jarak tak membentang jauh
hanya beberapa langkah, aku sampai dihadapanmu
tak ku pilih, lebih baik beralih

lekas kau berbalik, hampiri si kuning lalu melaju cepat
sesal menjerat, ketika ku sadar asa itu tlah berubah
tak lagi abstrak, terasa nyata tanpa surat
hati-hati, wahai hati
maaf kini semua terhenti
dan itu tanpa ku sadari